Debu vulkanik setinggi 4 kilometer membumbung dari puncak Gunung Merapi, Kamis (4/11).
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi masih sangat tinggi. Sudah 24 jam tidak berhenti mengeluarkan awan panas dan material vulkanik lainnya. Namun, Badan Geologi tetap menyatakan kawasan rawan bencana masih pada 15 kilometer dari puncak Merapi.
“Ini menjadi rekor, sudah 24 jam Merapi tak berhenti mengeluarkan awan panas,” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi Kementerian ESDM, Kamis (4/11) siang tadi.
Indikator tak berhentinya aktivitas Merapi yang tinggi terekam dalam seismograph yang ada diruang monitoring Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta.
Jarum pada seimograf selalu over scale. Bahkan tintanya pun sampai muncrat. Coretan panjang pada alat rekam aktivitas geologi itu sangat panjang bahkan melebihi kertas yang ukurannya 30,5 centimeter.
Ancaman potensial yang masih dihadapi adalah awan panas, hujan abu, lahar panas, lahar dingin dan material vulkanik yang masih terus muncul. Semua sungai yang berhulu di Merapi harus dikosongkan dari aktivitas.
“Situasi saat ini sudah cukup buruk, dan semoga tidak akan bertambah lagi," kata Surono.
Ia menambahkan, dengan tingginya aktivitas Merapi, pihaknya telah menghimbau Jenderal Direktorat Penerbangan Kementerian Perhubungan untuk memperhatikan keamanan penerbangan.
Ditanya soal material Merapi yang sudah dimuntahkan, Surono tidak bisa memastikan.
“Energi erupsi Merapi 2010 awalnya diperkirakan meningkat 3 kali lipat, tapi faktanya sampai saat ini justru lebih. Selasa lalu diprediksi berhenti, namun ternyata
berlanjut," kata dia.